Senin, 22 November 2010

Prinsip-prinsip Rekayasa Media Layanan Bimbingan

III. Prinsip-prinsip Rekayasa Media Layanan Bimbingan

Media-media yang terdapat disekitar kita, ada yang berupa benda-benda atau peristiwa yang langsung dapat kita pergunakan sebagai sumber bimbingan. Selain itu, ada pula benda-benda tertentu yang harus kita buat terlebih dahulu sebelum dapat kita pergunakan dalam layanan bimbingan. Media yang perlu kita buat itu biasanya berupa alat peraga sederhana dengan menggunakan bahan-bahan yang terdapat di lingkuangn kita. Jika kita harus membuat media bimbingan semacam itu, maka ada beberapa prinsip pembuatan yang perlu kita perhatikan, yaitu :
• Media yang dibuat harus sesuai dengan tujuan dan fungsi penggunaannya.
• Dapat membantu memberikan pemahaman terhadap suatu konsep tertentu, terutama konsep yang abstrak.
• Dapat mendorong kreatifitas siswa, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bereksperiman dan bereksplorasi (menemukan sendiri)
• Media yang dibuat harus mempertimbangkan faktor keamanan, tidak mengandung unsur yang membahayakan siswa
• Usahakan memenuhi unsur kebenaran substansial dan kemenarikan
• Media bimbingan hendaknya mudah dipergunakan baik oleh guru BK maupun siswa
• Bahan-bahan yang dipergunakan untuk membuat hendaknya dipilih agar mudah diperoleh di lingkungan sekitar dengan biaya yang relatif murah
• Jenis media yang dibuat harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan sasaran didik

Minggu, 21 November 2010

Keuntungan Memanfaatkan Media Lingkungan

II. Keuntungan Memanfaatkan Media Lingkungan
Memanfaatkan lingkungan sebagai media layanan bimbingan memiliki banyak keuntungan. Beberapa keuntungan tersebut antara lain :
• Menghemat biaya, karena memanfaatkan benda-benda yang telah ada di lingkungan
• Memberikan pengalaman yang riil kepada siswa, pelajaran menjadi lebih konkrit, tidak verbalitik
• Karena benda-benda tersebut berasal dari lingkungan siswa, maka benda-benda tersebut akan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Hal ini juga sesuai dengan konsep layanan bimbingan kontekstual (contextual guidance)
• Layanan bimbingan lebih aplikatif, materi bimbingan yang diperoleh siswa melalui media lingkungan kemungkinan besar akan dapat diaplikasikan secara langsung, karena siswa akan sering menemui benda-benda atau peristiwa serupa dalam kehidupannya sehari-hari
• Media lingkungan memberikan pengalaman secara langsung kepada siswa. Dengan media lingkungan, siswa dapat berinteraksi secara langsung denngan benda, lokasi atau peristiwa sesungguhnya secara alamiah
• Lebih komunikatif, sebab benda dan peristiwa yang ada di lingkungan siswa biasanya mudah diceran oleh siswa, dibandingkan dengan media yang dikemas (didesain)
Dengan memahami berbagai keuntungan tersebut, seharusnya kita dapat tergugah
untuk memanfaatkan semaksimal mungkin lingkungan disekitar kita untuk menunjang kegiatan layanan bimbingan kita. Lingkungan kita menyimpan berbagai jenis sumber dan media bimbingan yang hampir tak terbatas. Kita tinggal memilihanya berdasarkan prinsip-prinsip atau kriteria pemilihan media dan menyesuaikannya dengan tujuan, karakteristik siswa dan topik layanan bimbingan yang akan kita berikan.

Pengertian Lingkungan Sebagai Sumber Bimbingan

I. Pengertian Lingkungan Sebagai Sumber Bimbingan

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) lingkungan diartikan sebagai bulatan yang melingkungi (melingkari). Pengertian lainnya yaitu sekalian yang terlingkung di suatu daerah. Dalam kamus Besar Bahasa Inggris peristilahan lingkungan ini cukup beragam diantaranya ada istilah circle, area, surroundings, sphere, domain, range, dan environment, yang artinya kurang lebih berkaitan dengan keadaan atau segala sesuatu yang ada disekitar atau sekeliling. Dalam literatur lain disebutkan bahwa lingkungan itu merupakan kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup termasuk didalamnya manusia dan perilakunya serta makhluk hidup lainnya. Linkungan itu terdiri dari unsur-unsur biotik (mahluk hidup), abiotik (benda mati) dan budaya manusia. Lingkungan yang berada disekitar siswa-siswa kita merupakan salah satu sumber bimbingan yang dapat dioptimalkan untuk mencapai proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Jumlah sumber bimbingan yang tersedia di lingkungan ini tidaklah terbatas, sekalipun pada umumnya tidak dirancang secara sengaja untuk kepentingan pendidikan. Sumber bimbingna lingkungan ini akan semakin memperkaya wawasan dan pengetahuan siswa. Selain itu kebenarannya lebih akurat, sebab siswa dapat mengalami secara langsung dan dapat mengoptimalkan potensi panca inderanya untuk bekomunikasi dengan lingkungan tersebut. Kegiatan bimbingan dimungkinkan akan lebih menarik bagi siswa sebab lingkungan menyediakan sumber bimbingan yang sangat beragam dan banyak pilihan. Melakukan bimbingan sejak usia dini merupakan modal dasar yang sangat diperlukan dalam rangka menyiapkan masyarakat dan sumber daya manusia dimasa mendatang. Begitu banyak manfaat dan nilai yang dapat diraihdari lingkungan sebagai sumber bimbingan dalam pendidikan, bahkan hampir semua tema kegiatan dapat dipelajari dari lingkungan. Namun demikian diperlukan adanya kreatifitas dan jiwa inovatif dari para guru BK untuk dapat memenfaatkan lingkungansebagai sumber bimbingan.
Jika pada saat bimbingan di kelas siswa diperkenalkan oleh guru BK mengenai NARKOBA, dengan mengajak siswa mengunjungi panti rehabilitasi NARKOBA, siswa akan dapat memperoleh pengalaman yang lebih banyak lagi. Dalm pemanfaatan lingkungan tersebut guru BK dapat membawa kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan di dalam ruang kelas ke alam terbuka dalam hal ini lingkungan. Namun jika guru BK menceritakan kisah tersebut di dalam ruang kelas, nuansa yang terjadi di dalam kelas tidak akan sealamiah seperti halnya jika guru BK mengajak siswa untuk memanfaatkan lingkungan. Artinya bimbingan tidak hanya terjadi di ruang kelas namun juga di luar ruangan kelas dalam hal ini lingkungan sebagai sumber bimbingan yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan fisik, keterampilan sosial, budaya, perkembangan emosional serta intelektual. Siswa-siswa bimbingan melalui interaksi langsung dengan benda-benda atau ide-ide.

MEDIA LAYANAN BIMBINGAN YANG BERSUMBER DARI LINGKUNGAN DAN MASYARAKAT

MEDIA LAYANAN BIMBINGAN YANG BERSUMBER DARI LINGKUNGAN DAN MASYARAKAT
Pada perkuliahan Media BK yang lalu kita sudah membahas mengenai macam-macam media untuk membantu memberikan layanan bimbingan dan konseling. Akan tetapi masih banyak orang yang beranggapan bahwa media layanan bimbingan selalu terkait dengan teknologi tinggi, elektronika, digital, dan biyaya mahal contohnya yang kita kenal sebagai media layanan bimbingan adalah media cetak, transparansi, audio, slide suara, video, multimedia interaktif, E-learning. Namun sesungguhnya hal tersebut merupakan pemikiran yang sempit dalam memakai arti dari sebuah media layanan bimbingan. Media layanan bimbingan terdiri dari berbagai macam jenis, dari media layanan bimbingan yang sederhana dan murah hingga media layanan bimbingan yang canggih dan mahal. Dari mulai rakitan pabrik hingga buatan tangan para guru BK itu sendiri, bahkan ada pula yang disediakan oleh alam dilingkungan sekitar kita yang dapat langsung digunakan sebagai media layanan bimbingan. Atas dasar pemahaman tersebut diatas maka diharapkan tidak ada lagi argumentasi yang muncul dikalangan guru BK untuk tidak dapat menggunakan alat peraga oleh karena biayanya mahal. Begitu banyaknya lingkuan disekitar kita yang dapat digunakan sebagai media alat peraga tanpa perlu biaya mahal. Beberapa benda dilingkungan kita dapat dimanfaatkan sebagai sumber bimbingan, baik yang dimanfaatkan secara langsung (by utility resources), ataupun yang dirancang terlebih dahulu (by design resources) dan dapat pula dengan cara rekayasa media.